Selasa, 04 Desember 2012

MAKALAH SOSIOLOGI OLAHRAGA MEMBANGUN KARAKTER MELALUI OLAHRAGA SEPAK BOLA

MAKALAH SOSIOLOGI OLAHRAGA MEMBANGUN KARAKTER MELALUI OLAHRAGA SEPAK BOLA


MAKALAH
SOSIOLOGI OLAHRAGA
MEMBANGUN KARAKTER MELALUI OLAHRAGA SEPAK BOLA
 
 
Disusun Oleh :
JHONAS SITUMORANG
6111511017
PJS A 2011

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2012
 
BAB I
 PENDAHULUAN
       A. Latar belakang
Sudah lebih dari setenggah abad bangsa Indonesia merdeka namun sampai sekarang justru bangsa Indonesia semakin mengalami degradasi atau keterpurukan  karakter dalam masyarakat dan berolahraga, Meningkatnya ketidak percayaan antar teman, tindakan kriminal dan semakin menjadi-jadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di bangsa ini menunjukan bahwa masyarakat Indonesia sedang kehilangan jati diri,olah hati dan karisma, Belum lagi ancaman disintegrasi bangsa yang menggejala di berbagai daerah semakin menguatkan bahwa bangsa ini sedang mengalami kriris moral karakter kebangsaan. Pendidikan yang semestinya menjadi motor ”perbaikan” sekaligus ”pembentukan” karakter  justru mengalami kegagalannya. Meskipun mengalami kegagalan, pendidikan masih menjadi sarana yang paling efektif untuk membentuk karakter dalam diri masyarakat Indonesia yang sesungguhnya. Reorientasi pendidikan dengan mendorong peran pemerintah lebih optimal serta revitalisasi pendidik merupakan langkah awal yang harus ditempuh untuk menjadikan pendidikan sebagai motor perbaikan dan pembentukan karakter . Pendidikan jasmani  merupakan sebuah tawaran solutif atas implementasi pembelajaran yang berlansung baik secara otak dan otot melalui ranah koknitif,afektif dan sikomotor yang selama ini telah menyebabkan pendidikan terdikotomi dan parsial. Misalnya olahraga sepakbola yang mungkin bisa mewujudkanya di tinjau dari aspek apapun olahraga sepakbola merupakan olahraga yang bisa mempersatukan ras,suku,budaya,adat istiadat dan keyakinan berupa agama,.
B. Masalah
Bagaimana pembentukan karakter dalam olahraga sepakbola
C. Tujuan
Untuk mengetahui pembentukan karakter dalam olahraga sepakbola
D. Aplikasi
Olahraga adalah bentuk kegiatan untuk melatih tubuh seseorang atau jasmani dan rohani seseorang. Mungkin kita masih ingat akan falsafah olahraga yang tak asing lagi yaitu didalam tubuh yang kuat akan terdapat jiwa yang sehat pula, Dengan aktivitas olahraga kita banyak mendapatkan hal-hal yang positif, Olahraga bukan sekedar kegiatan yang berorientasi kepada faktor fisik belaka, Dengan olahraga juga dapat melatih sikap dan mental kita baik formal dan non formal.
Aktivitas olahraga sebaiknya juga kita tekankan kepada anak-anak baik di tingkat SD,SMP Maupun SMA Banyak hal yang kita dapatkan apabila anak-anak didik kita dapat melakukan aktivitas olahraga, apalagi jika si anak tersebut memiliki potensi dan bakat khusus dibidang olahraga. Peran orang tua sangat penting untuk bisa mengantarkan dan membuka pintu-pintu prestasi, Sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua untuk selalu sabar dan berusaha mengontrol segala kegiatan anak didik masing-masing orang tua juga berusaha untuk  memberikan fasilitas atau alat-alat yang dibutuhkan seorang anak untuk melakukan aktivitas olahraga.
Beberapa alasan yang perlunya kita fahami adalah anak-anak memiliki rasa yang kecenderungan senang terhadap berbagai macam permainan. Oleh karenanya orang tua dapat mengarahkan dan memberikan pilihan-pilihan bentuk permainan yang ada di aktivitas olahraga, syukur jika kita dapat memasukkan anak dalam club-club olahraga yang ada di tempat sekitar kita.
Misalnya sepakbola maupun olahraga lain yang mendukung. Cara-cara ini akan mendidik dan berlatih anak untuk mengenal diri sendiri dan bersosialisasi kepada sesamanya dengan saling menghargai, mempercayai,bekerjasama dalam mencapai prestasi tinggi. Selain itu melalui latihan-latihan yang rutin anak juga terdidik untuk melakukan program pembiasaan yaitu saling berjabat tangan pada saat memulai dan mengakhiri latihan, baik dengan teman, orang tua serta dengan semua yang hadir di tempat latihan. Pembiasaan lain adalah melatih kedisiplinan anak untuk menghargai waktu, jika ada diantara anak  yang datang tidak tepat waktu tanpa alasan yang jelas,  maka  anak diberikan  punishment atau hukuman yang bersifat positif. Bentuk-bentuk hukuman seperti lari mengelilingi lapangan dan  push up atau sejenisnya adalah hal yang biasa dalam dunia olahraga. Self-diciplin diharapkan dapat terbentuk.



Hal lain yang dapat kita peroleh dari aktivitas olahraga adalah melatih anak untuk memiliki semangat  juang yang tinggi baik pada saat latihan ataupun pada saat menghadapi pertandingan-pertandingan yang resmi. Nilai-nilai mental lain juga terbentuk, mengakui kemenangan orang lain dan menerima kekalahan adalah bentuk penanaman nilai  berupa penghargaan dan nilai keadilan,rasa sosial yang besar dalam pembentukan karakter.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pembentukan karakter
Menurut bahasa, karakter adalah tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahli psikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu. Dilihat dari sudut pengertian, ternyata karakter dan akhlak tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Keduanya didefinisikan sebagai suatu tindakan yang terjadi tanpa ada lagi pemikiran lagi karena sudah tertanam dalam pikiran, dan dengan kata lain, keduanya dapat disebut dengan kebiasaan.
Dalam buku The Psychology of Moral Development (1927), Lawrence Kohlberg menyimpulkan terhadap hasil penelitian empiriknya terhadap perkembangan moralitas anak-anak dari berbagai latar belakang agama, yaitu Yahudi, Kristen, Hindu, Budha, dan Islam, bahwa agama dan institusi agama tidak memiliki pengaruh terhadap perkembangan moral seseorang. Teori yang dihasilkan dari penelitian Kohlberg dikenal dengan teori kognitif-developmental, yaitu 3 (tiga) tingkatan dan 6 (enam) tahapan perkembangan moral yang menegaskan bahwa pada intinya moralitas mewakilil seperangkat pertimbangan dan putusan rasional yang berlaku untuk setiap kebudayaan, yaitu prinsip kesejahteraan dan prinsip keadilan. Menurutnya, prinsip keadilan merupakan komponen pokok dalam proses perkembangan moral yang kemudian diterapkan dalam proses pendidikan moral.
Sementara jauh sebelumnya, Sigmund Freud memiliki pendapat tentang potensi pada diri manusia yang sangat berpengaruh terhadap karakternya, yaitu: id, ego, dan superego (es, ich, ueberich). Menurutnya, perilaku manusia itu ditentukan oleh kekuatan irrasional yang tidak disadari dari dorongan biologis dan dorongan naluri psiko-seksual tertentu pada enam tahun pertama dalam kehidupannya. Berdasarkan teorinya tersebut, Freud menyimpulkan bahwa moralitas merupakan sebuah proses penyesuaian antara id, ego, dan superego. Titik lemah terbesar Freud dan para penganutnya bukan pada kesalahan teorinya, tetapi adalah over generalisasi dari teori tersebut, sehingga dalam kacamata Freud, manusia dapat dikatakan tidak berbeda dengan binatang, bahkan lebih menderita karena tidak sebebas binatang dalam melampiaskan nafsunya.
B.     Sepakbola
Menurut wikipediaSepak bola adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing beranggotakan sebelas orang. Olahraga ini sangat terkenal dan dimainkan di 200 negara. Permainan sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola kulit berukuran 27-28 inci. Lapangan yang digunakan dalam permainan ini memiliki lebar 50-100 yard dan panjang 100-300 yard. Gawang tempat mencetak gol terletak di bagian ujung lapangan dengan dibatasi jaring berukuran tinggi 8 kaki dan lebar 24 kaki.
Menurut humanities Sepak bola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak bola kian kemari untuk diperebutkan di antara pemain-pemain yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan dan mempertahankan gawang sendiri agar tidak kemasukan bola. Di dalam permainan sepak bola, setiap pemain diperbolehkan menggunakan seluruh anggota badan kecuali tangan dan lengan. Hanya penjaga gawang atau kiper yang diperbolehkan memainkan bola dengan kaki dan tangan. Sepak bola merupakan permainan beregu yang masing-masing regu terdiri atas sebelas pemain. Biasanya permainan sepak bola dimainkan dalam dua babak (2x45 menit) dengan waktu istirahat (10 menit) di antara dua babak tersebut. Mencetak gol ke gawang merupakan sasaran dari setiap kesebelasan. Suatu kesebelasan dinyatakan sebagai pemenang apabila kesebelasan tersebut dapat memasukkan bola ke gawang lebih banyak dan kemasukan bola lebih sedikit jika dibandingkan dengan lawannya.
Menurut wordpress Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. Dalam pertandingan, olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan. Masing-masing kelompok beranggotakan sebelas pemain, dan karenanya kelompok tersebut juga dinamakan kesebelasan.
BAB III
SINTESIS DAN EVALUASI
A.    Sintesis
Dalam mengajarkan Etika dan Nilai moral sebaiknya lebih bersifat contoh, pepatah mengatakan bahwa tindakan lebih baik baik dari kata-kata. Lutan mengatakan Nilai Moral itu beraneka macam, termasuk loyalitas, kebajikan, kehormatan, kebenaran, respek, keramahan, integritas, keadilan, kooperasi, tugas dll. Lebih lanjut dikatakan ada 4 nilai moral yang menjadi inti dan bersifat universal yaitu :
1.      Keadilan.
Keadilan ada dalam beberapa bentuk ; distributif, prosedural, retributif dan kompensasi. Keadilan distributif berarti keadilan yang mencakup pembagian
dan beban secara relatif. Keadilan prosedural mencakup persepsi terhadap g dinilai sportif atau fair dalam menentukan hasil. Keadilan retributif mencakup persepsi yang fair sehubungan dengan hukuman yang dijatuhkan bagi pelanggar hukum. Keadilan kompensasi mencakup persepsi mengenai kebaikan atau keuntungan yang diperoleh penderita atau yang diderita pada waktu sebelumnya.
Seorang wasit bila ragu memutuskan apakah pemain penyerang berada pada posisi off-side dalam sepakbola, ia minta pendapat penjaga garis. Semua pemain penyerang akan protes, meskipun akhirnya harus dapat menerima, jika misalnya wasit dalam kasus lainnya memberikan hukuman tendangan penalti akibat pemain bertahana menyentuh bola dengan tanganya, atau sengaja menangkap bola di daerah penalti. Tentu saja ia berusaha berbuat seadil mungkin. Bila ia kurang yakin, mungkin cukup dengan memberikan hukuman berupa tendangan bebas.
2.      Kejujuran
Kejujuran dan kebajikan selalu terkait dengan kesan terpercaya, dan terpercaya selalu terkait dengan kesan tidak berdusta, menipu atau memperdaya. Hal ini terwujud dalam tindak dan perkataan.
Semua pihak percaya bahwa wasit dapat mempertaruhkan integritasnya dengan membuat keputusan yang fair. Ia terpercaya karena keputusannya mencerminkan kejujuran.
3.      Tanggung jawab
Tanggung jawab merupakan nilai moral penting dalam kehidupan bermasyarakat. Tanggung jawab ini adalah pertanggungan perbuatan sendiri. Seorang atlet harus bertanggung jawab kepada timnya, pelatihnya dan kepada permainan itu sendiri. Tanggung jawab ini merupakan nilai moral terpenting dalam olahraga.
4.      Kedamaian
Kedamaian mengandung pengertian : a)tidak akan menganiaya, b)mencegah penganiayaan, c) menghilangkan penganiaan, dan d)berbuat baik. Bayangkan bila ada pelatih yang mengintrusksikan untuk mencederai lawan agar tidak mampu bermain?
Dengan menekankan 4 nilai diatas pembentukan karakter akan mudah dicapai seperti apa yang kita harapkan. Karena 4 nilai di atas merupakan kunci utama untuk membentuk karakter seseorang.
B.     Evaluasi
         Dari uraian di atas maka kita bisa  menghasilkan pengetahuan baru melalui penelitian peningkatan pada aktivitas manusia menyebabkan peningkatan kinerja manusia, kesehatan dan kualitas hidup. perkembangan karakter menjadi bagian yang krusial dalam pengalaman olahraga pada level anak didik menuju remaja yang berkualitas, Olahraga adalah sebuah lingkungan yang menyimbolkan nilai-nilai budaya dan menjadi media dimana orang muda dapat belajar tentang pengalaman banyak nilai-nilai inti yang terkandungnya. Karakter dapat diajarkan dan dipelajari dalam setting olahraga. Pengalaman olahraga dapat membangun karakter, kecuali jika lingkungannya dibentuk, dinyatakan, dan direncanakan untuk mencapai tujuan mengembangkan karakter.
DAFTAR PUSTAKA
Kompas, Pembentukan karakter bangsa: hendaknya berangakat dari budaya lokal, Senin 24
Januari 2000
Rusli Lutan (ed)., (2001) Olahraga dan Etika Fair Play. Direktorat
Pemberdayaan IPTEK Olahraga, Dirjen OR, Depdiknas, Jakarta: CV.  Berdua Satutujuan.
William H. Freeman, 6th ed. (2001) Physical Education and sport in a changing
society. Boston: Allyn & Bacon.
_____, Membangun karakter bangsa lewat pendidikan; Selasa 7 Maret 2000

Ternyata Jogging Mampu Menambah Berat Badan

Ternyata Jogging Mampu Menambah Berat Badan


Ternyata Jogging Mampu Menambah Berat Badan

Sulit dipercaya, Ternyata Jogging Mampu Menambah Berat Badan. Bagi Anda yang ingin menambah berat badan dan massa otot, mungkin Anda sering mendapat saran agar Anda menghindari latihan kardio, seperti jogging. Namun demikian, sebenarnya latihan kardio tetap perlu Anda lakukan untuk menjaga kadar lemak dalam tubuh Anda, serta menjaga kesehatan jantung Anda. Nah, artikel ini akan membahas berbagai hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ternyata jogging, salah satu latihan kardio paling populer, mampu memberikan manfaat positif bagi Anda yang ingin menambah berat badan dan massa otot bebas lemak.
Meningkatkan Nafsu Makan
Salah satu alasan kenapa jogging dapat membantu Anda menambah berat badan adalah bahwa jogging dapat merangsang nafsu makan sehingga seseorang yang biasanya memiliki nafsu makan yang kurang bisa makan lebih banyak. Ini berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2010 lalu dan diterbitkan dalam “Journal of Sports Medicine and Physical Fitness”. Oleh karena itu, suplemen penambah berat badan (gainer) akan benar-benar membantu memasok kalori setelah latihan, terutama setelah sesi latihan jogging yang membakar cukup banyak kalori, sehingga jika dikonsumsi dengan tepat akan mampu membantu menambah berat badan dan massa otot dengan efektif.
Mempercepat Pemulihan
Alasan lain jogging dapat bermanfaat bagi mereka yang berusaha untuk menambah berat badan adalah karena kemampuannya untuk meningkatkan pemulihan setelah sesi latihan beban. Selama latihan beban, sejumlah besar asam laktat cenderung menumpuk dalam aliran darah dan harus dibersihkan untuk memastikan kinerja yang optimal dalam sesi latihan berikutnya. Penelitian dalam jurnal “Medicine and Science in Sports” menemukan bahwa jogging adalah salah satu metode yang paling efektif membersihkan asam laktat dari aliran darah, yang dapat memungkinkan performa latihan seseorang menjadi lebih baik dalam latihan beban di sesi berikutnya.
Meningkatkan Sensitivitas Insulin
Alasan lain bahwa jogging dapat memberikan manfaat untuk memperoleh otot yang bebas lemak adalah karena efeknya pada sensitivitas insulin. Sensitivitas insulin memiliki efek yang cukup besar pada kemampuan seseorang untuk memasok nutrisi dalam aliran darah, dan peningkatan sensitivitas insulin akan menyebabkan lebih banyak nutrisi yang dikirim ke otot-otot Anda dan mengurangi menyimpan lemak. Sebuah penelitian dalam jurnal “Medicine and Science in Sports and Exercise” menunjukkan bahwa latihan aerobik, seperti jogging, memiliki efek positif yang signifikan terhadap sensitivitas insulin.
Jangan Berlebihan
Sementara jogging telah terbukti memiliki manfaat bagi mereka yang ingin menambah massa otot dan berat badan, namun melakukan jogging terlalu banyak dapat memberikan dampak kurang baik untuk mencapai tujuan Anda. Alasannya adalah bahwa jogging akan mengaktifkan zat yang dalam “Journal of Applied Physiology” disebutkan dapat secara drastis menghambat sintesis protein. Jadi jogging yang berlebihan harus dihindari bagi Anda yang ingin menambah berat badan dan massa otot. Cukup lakukan jogging ataupun latihan kardio lainnya dalam porsi moderat, yaitu sekitar 2-3 kali saja dalam seminggu.

Jumat, 30 November 2012

gizi altet pencat silat


GIZI ATLET PENCAK SILAT
BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Betapa pentingnya menjaga nutrisi yang dibutuhkan tubuh pada saat latihan, menjaga tubuh merupakan salah satu dasar yang harus dipunyai oleh siswa atau atlet untuk mencapi prestasi, akan tetapi betapa sulitnya untuk membiasakan sikap disiplin untuk menjaga agar tubuh tetap sehat dan bugar, jika kita tidak memperhatikan sejak awal kondisi nutrisi yang harus dibutuhkan oleh atlet. ( no name )
Tujuan pengaturan gizi selama periode pembinaan prestasi atlet adalah penyediaan makanan yang memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi makro dan mikro sesuai dengan ukuran tubuh, aktivitas, program latihan dari tiap jenis olahraga, khususnya dalam hal ini adalah atlet pencak silat. Menanggulangi kasus-kasus khusus yang ditemukan selama masa pembinaan dan berkaitan dengan gizi atlet. Selama masa pembinaan dikenal beberapa tahap, yakni periode persiapan pertandingan/latihan, periode pertandingan/latihan dan periode pemulihan. ( no name )
Pengaturan gizi pada masa latihan bertujuan memperbaiki status gizi, baik akibat defisiensi zat gizi maupun kelebihan gizi; Memelihara kondisi fisik atlet agar tetap optimal selama menjalani latihan intensif; Membiasakan atlet terhadap makanan yang sehat dan seimbang untuk kesehatan dan prestasi. ( Sajoto1988: 1-2 )

1.2       Tujuan Penulisan
1.2.1    Tujuan Umum
Penulissan makalah ini untuk mengetahui gizi pada atlet pencak silat, serta memahami kebutuhan atlet pencak silat baik pada masa latihan ( training), masa pertandingan dan pemulihan gizi atlet setelah pertandingan.

1.2.2    Tujuan khusus
Secara Khusus Penulisan makalah ini bertujuan :
1.      Untuk memberikan gambaran kepada atlet tentang bagaiman kebutuhan nutrisi atau gizi yang baik dan benar.
2.      Untuk memberikan pengetahuan cara-cara memenuhi kebutuhan gizi pada atlet.
3.      Untuk mengetahui pengaruh kebutuhan gizi dengan prestasi atlet.

1.3       Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Menambah ilmu pengetahuan bagi pembaca dan penulis
2.      Pembaca Dapat mengetahui Gizi yang diperlukan oleh Atlet
3.      Pembaca Mengetahui Asupan gizi Yang diperlukan oleh Atlet silat dalam masa latihan, pertandingan, dan pasca pertandingan.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1       Pencak Silat
Pencak silat sebagai seni bela diri bangsa Indonesia, merupakan kata majemuk sebagai hasil seminar pencak silat tahun 1973 di Tugu Bogor, sedangkan definisi pencak silat, selengkapnya dibuat oleh pengurus besar IPSI sebagai berikut: Pencak silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela atau mempertahankan eksistensi (kemandirian) Integritasnya (manunggalnya) terhadap lingkungan hidup atau alam sekitar untuk mencapai keselarasan hidup guna peningkatan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (M.Atok Iskandar dkk, 1992:11)

2.2       Istilah Dalam Pencak Silat
2.2.1    Sikap Dan Gerak
Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.

2.2.2    Langkah
Ciri khas dari Silat adalah penggunaan langkah. Langkah ini penting di dalam permainan silat yang baik dan benar. Ada beberapa pola langkah yang dikenali, contohnya langkah tiga dan langkah empat.

2.2.3    Teknik Dan Buah
Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Secara tradisional istilah teknik ini dapat disamakan dengan buah. Pesilat biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.

2.2.4    Jurus
Pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan tehnik-tehnik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.

2.3       Peraturan Pertandingan Pencak Silat
Pertandingan Pencak Silat Ikatan Pencak Silat Indonesia dilakukan berdasarkan rasa persaudaraan dan jiwa kesatria dengan menggunakan unsur-unsur beladiri, seni dan olahraga Pencak Silat dan menjunjung tinggi PRASETYA PESILAT INDONESIA.
Pertandingan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kategori yang diatur dalam peraturan pertandingan dan dipimpin oleh pelaksana teknis pertandingan yang sah. Kategori pertandingan Pencak Silat terdiri dari :
I.    Kategori TANDING
II.   Kategori TUNGGAL
III.       Kategori GANDA
IV. Kategori REGU

2.3.1    Kategori Tanding
Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 2 (dua) orang Pesilat dari kubu yang berbeda. Keduanya saling berhadapan menggunakan unsur pembelaan dan serangan yaitu menangkis / mengelak / mengena / menyerang pada sasaran dan menjatuhkan lawan; menggunakan taktik dan teknik bertanding, ketahanan stamina dan semangat juang, menggunakan kaidah dan pola langkah yang memanfaatkan kekayaan teknik jurus, mendapatkan nilai terbanyak.

2.3.2    Katagori Tunggal
Kategori pertandingan Pencak Silat yang menamplkan seorang Pesilat memperagakan kemahirannya dalam Jurus Tunggal Baku secara benar, tepat dan mantap, penuh penjiwaan, dengan tangan kosong dan berenjata serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini.

2.3.3    Katagori Ganda
Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 2 (dua) orang Pesilat dari kubu yang sama, memperagakan kemahiran dan kekayaan teknik jurus serang bela Pencak Silat yang dimiliki. Gerakan serang bela ditampilkan secara terencana, efektif, estetis, mantap dan logis dalam sejumlah rangkaian seri yang teratur, baik bertenaga dan cepat maupun dalam gerakan lambat penuh penjiwaan dengan tangan kosong dan dilanjutkan dengan bersenjata, serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini.

2.3.4    Katagori Regu
Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 3 (tiga) orang Pesilat dari kubu yang sama mempergerakkan kemahirannya dalam Jurus Regu Baku secara benar, tepat, mantap, penuh penjiwaan dan kompak dengan tangan kosong serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini.




2.4       Pencak Silat Di Dunia
Pencak Silat telah berkembang pesat selama abad ke-20 dan telah menjadi olah raga kompetisi di bawah penguasaan dan peraturan Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa, atau The International Pencak Silat Federation). Pencak silat sedang dipromosikan oleh Persilat di beberapa negara di seluruh 5 benua, dengan tujuan membuat pencak silat menjadi olahraga Olimpiade. Persilat mempromosikan Pencak Silat sebagai kompetisi olah raga internasional. Hanya anggota yang diakui Persilat yang diizinkan berpartisipasi pada kompetisi internasional.
Kini, beberapa federasi pencak silat nasional Eropa bersama dengan Persilat telah mendirikan Federasi Pencak Silat Eropa. Pada 1986 Kejuaraan Dunia Pencak Silat pertama di luar Asia, mengambil tempat di Wina, Austria.
Pada tahun 2002 Pencak Silat diperkenalkan sebagai bagian program pertunjukan di Asian Games di Busan, Korea Selatan untuk pertama kalinya. Kejuaraan Dunia terakhir ialah pada 2002 mengambil tempat di Penang, Malaysia pada Desember 2002.

2.5       Organisasi Pencak Silat
·         PERSILAT- Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa
·         IPSI - Ikatan Pencak Silat Indonesia
·         PESAKA Malaysia - Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia
·         PERSISI - Persekutuan Silat Singapore
·         EPSF - European Pencak Silat Federation
Sampai saat ini Anggota Organisasi Pencak Silat yang sudah terdaftar/tercatat di PERSILAT sebanyak 33 organisasi di seluruh dunia.

2.6       Pengertian Gizi
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. ( Mary E. Beck 200: 1 )

2.7       Istilah – Istilah Gizi
2.7.1    Keadaan Gizi
Keadaan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi dan penggunaan zat-zat gizi tertentu, atau keadaan fisiologik akibat dari tersedianya zat gizi seluler tubuh.
2.7.2    Status Gizi
Status gizi adalah status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutruien.
2.7.3    Makanan
Makanan adalah bahan yang kalau dimakan, dicerna, dan diserap akan menghasilkan paling sedikit satu macam nutrient.

2.8       Gizi Olahraga
2.8.1    Pengertian Gizi Olahraga
Ilmu yang mempelajari hubungan antara pengelolaan makanan dengan kinerja fisik yang bermanfaat untuk kesehatan, kebugaran, pertumbuhan anak serta pembinaan prestasi olahraga.

2.8.2    Tujuan Ilmu Gizi Olahraga
Tujuan mempelajari ilmu gizi olahraga adalah memahami hubungan antara nutrisi, gaya hidup, dan kinerja fisik.

2.8.3    Macam – Macam Zat Gizi
-     Karbohidrat
-     Protein
-     Lemak
-     Vitamin
-     Mineral dan Air

BAB III
PEMBAHASAN
3.1       Gizi Pada Atlet
Untuk memperbaiki makanan seseorang atau atlet sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan selama latihan atau melakukan suatu aktivitas. Untuk seorang atlet membutuhkan 25-35% lemak, 15% protein , 50-60% hidrat arang dan vitamin serta mineral lainnya. Jadi untuk pembinaan kondisi fisik dibutuhkan banyak makanan yang mengandung gizi yang mengadung unsur-unsur: protein, lemak, garam-garam mineral, vitamin dan air.

3.2       Kebutuhan Energi Pada Olahraga Pencak Silat
Prestasi olahraga yang tinggi perlu terus menerus dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Salah satu faktor yang penting untuk mewujudkannya adalah melalui gizi seimbang yaitu energi yang dikeluarkan untuk olahraga harus seimbang atau sama dengan energi yang masuk dari makanan.
Makanan untuk seorang atlet harus mengandung zat gizi sesuai dengan yang dibutuhkan untuk aktifitas sehari-hari dan olahraga. Makanan harus mengandung zat  gizi penghasil energi yang jumlahnya tertentu. Selain itu makanan juga harus mampu mengganti zat gizi dalam tubuh yang berkurang akibat digunakan untuk aktifitas olahraga.
Gerakan tubuh saat melakukan olahraga dapat terjadi karena otot berkontraksi. Olahraga aerobik dan anaerobik, keduanya memerlukan asupan energi. Namun, penetapan kebutuhan energi secara tepat tidak sederhana dan sangat sulit. Perkembangan ilmu pengetahuan sekarang hanya dapat menghitung kebutuhan energi berdasarkan energi yang dikeluarkan.


3.3       Metabolisme Basal
Metabolisme  basal adalah banyaknya energi yang dipakai untuk aktifitas jaringan tubuh sewaktu istirahat jasmani dan rohani. Energi tersebut dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi vital tubuh berupa metabolisme makanan, sekresi enzim, sekresi hormon, maupun berupa denyut jantung, bernafas, pemeliharaan tonus otot, dan pengaturan suhu tubuh.
Metabolisme basal dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu jenis kelamin, usia, ukuran dan komposisi tubuh, faktor pertumbuhan. Metabolisme basal juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan keadaan emosi atau stres.

3.4       Menghitung Metabolisme Basal Pada Olahraga Pencak Silat
Metabolisme basal seorang laki-laki lebih tinggi dibanding dengan wanita. Umur juga mempengaruhi metabolisme basal dimana umur yang lebih muda mempunyai metabolisme basal lebih besar dibanding yang lebih tua. Rasa gelisah dan ketegangan, misalnya saat  bertanding menghasilkan metabolisme basal 5% sampai 10% lebih besar. Hal ini terjadi karena sekresi hormon epinefrin yang meningkat, demikian pula tonus otot meningkat.

Tabel 1.     metabolisme basal pada atlet pencak silat berdasarkan umur laki - laki
Kelompok umur
( tahun )
Berat Badan
40
45
50
55
60
  3 – 10
10 -18
18 – 30
> 30
557.7
708.5
934.3
930.6
562.7
713.5
739.3
935.6
567.7
718.5
744.3
940.6
572.7
723.5
749.3
945.6
557.7
728.5
754.3
950.6


Tabel 2.     metabolisme basal pada atlet pencak silat berdasarkan umur perempuan
Kelompok umur
( tahun )
Berat Badan
40
45
50
55
60
  3 – 10
10 -18
18 – 30
> 30
561.5
801.2
550.7
877.7
566.5
803.2
555.7
882.7
571.5
808.2
560.7
887.7
576.5
813.2
565.7
892.7
581.5
818.2
570.7
897.7

3.5       Specifik Dynamic Action
Specific dynamic action adalah penggunaan energi sebagai akibat dari makanan itu sendiri. Energi tersebut digunakan untuk mengolah makanan dalam tubuh, yaitu pencernaan makanan, dan penyerapan zat gizi, serta transportasi zat gizi.
Specific dynamic action dari tiap makanan atau lebih tepatnya zat gizi berbeda-beda. Specific dynamic action untuk protein berbeda dengan karbohidrat, demikian pula untuk lemak. Akan tetapi specific dynamic action dari campuran makanan besarnya kira-kira 10% dari besarnya basal metabolisme.

Tabel 3. Penggunaan Tenaga /  hari olahraga Pencak Silat Berdasarkan umur dan kelas yang di pertandingkan
Kelompok Umur
Penggunaan tenaga / hari
40
45
50
55
60
  3 – 10
10 -18
18 – 30
> 30
1115
1417
1868,6
1861,2
1125,4
1427
1478,6
1871,2
1135,4
1437
1488,6
1881,2
1145,4
1447
1498,6
1891,2
1115,4
1457
1508,.6
1901,2




3.6       Kebutuhan Gizi Olahraga Pencak Silat
3.6.1    Protein
Protein berfungsi sebagai bahan pembangun tubuh untuk pertumbuhan, dan mengganti bagian tubuh yang rusak, membuat enzim, hormon, pigmen dan penghasil kalori. Protein mengandung unsur karbon (C) maka protein dapat pula berperan sebagai zat tenaga, zat pembakar apabila kebutuhan tubuh akan kalori tidak dapat dipenuhi oleh hidrat arang dan lemak. Apabila protein digunakan sebagai zat tenaga atau zat pembakar maka protein tidak dapat digunakan scbagai bahan pembentuk sel-sel tubuh (Asmira Sutarno, 1980: 25).
Selain itu protein juga berfungsi dalam mekanisme pertahanan tubuh melawan berbagai mikroba dan zat toksin lain yang datang dari luar dan masuk kedalam melleu interiur tubuh (Ahmad Djaeni Sedia Oetama, 1996:75).
Agar cukup energi yang dikonsumsi untuk latihan pembentukan otot, makanan harus mengandung 60% karbohidrat dan 15% protein dari total energi.
Tabel. 4.    Kebutuhan Protein olahraga pencak silat berdasarkan Kelas Yang di pertandingkan
Kelompok Umur
Kebutuhan protein
40
45
50
55
60
  3 – 10
10 -18
18 – 30
> 30
167.25
212.55
280.29
279,18
168.81
220.8
221.78
280.68
170.25
215.55
223.29
282.18
171.81
217.05
224.7
283.68
167,31
218,55
226.29
285.18

Protein dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat berasal dari hewani maupun nabati. protein hewani dianggap berkualitas lebih tinggi dari pada protein nabati, karena mengandung asam-asam amino yang lebih komplit. Tetapi hasil penelitian akhir-akhir ini membuktikan bahwa kualitas protein nabati dapat setinggi kulaitas protein hewani, asalkan makanan sehari-hari beraneka ragam. Dengan susunan hidangan yang beragam atau sering pula disebut sebagai menu seimbang, maka kekurangan asam amino dari bahan makanan yang satu, dapat ditutupi oleh kelebihan asam-asam amino dari bahan makanan lainnya.
Makanan yang terbaik untuk atlet harus mensuplai cukup protein tetapi tidak berlebihan untuk keperluan perkembangan dan perbaikan jaringan otot yang aus, produksi hormon, dan mengganti sel-sel darah merah yang mati dengan yang baru. Seringkali atlet mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi protein, sehingga mereka mendapatkan dobel dari kebutuhannya; kelebihan protein yang dikonsumsi ini disimpan dalam bentuk lemak badan.
Tabel. 5. makanan sumner protein untuk atlet.
Protein Hewani
( Protein yang berasal dari hewan )
Protein Nabati
( Protein Yang berasal dari tumbuh – tumbuhan)
Daging
ikan
ayam
telur
susu
kacang-kacangan
tempe
tahu

3.6.2    Karbohidrat
Karbohidrat adalah zat makanan yang memberikan tenaga paling banyak. Zat ini juga berfungsi sebagai oksidasi atau pembakaran lemak. Karena karbohidrat maka penghancur protein sebagai tenaga berkurang, sehingga protein banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembangun.
Didalam tubuh karbohidrat merupakan sumber energi yang paling lemah, karbohidrat yang tidak dapat dicerna, memberikan volume kepada 151 usus dan rangsangan mekanis yang terjadi, melancarkan gerak peristaltik yang melancarkan aliran bubur makan (chymus) melalui saluran pencernaan serta memudahkan pembuangan tinja (De-feaksi) (Ahmad Djaeni Sedia Octama, 1996:36).
Di dalam makanan ada 3 macam karbohidrat
1.      Monosakarida : gula sederhana (glukosa), fruktosa
2.      Disakarida : sukrosa dan maltosa
3.      Polysakarida : tepung dan glikogen
Semua macam karbohidrat ini sebelum diserap akan dijadikan glukosa, semua makanan yang dari tepung atau buah - buahan yang manis mengandung karbohidrat.
Jenis karbohidrat yang dikonsumsi atlet pada setiap kali makan utamanya harus berasal dari makanan sumber karbohidrat yang bergizi, namun makanan terserbut volumenya besar (bulky) sehingga dapat mempengaruhi asupan yang adekuat atau meningkatkan frekuensi buang air besar. Penggunaan gula dan bentuk karbohidrat lain yang padat dapat menjamin konsumsi energi dan karbohidrat yang adekuat. Mengurangi jumlah serat atau pemberian makanan cair mungkin dapat dilakukan.

Tabel 6. Daftar Makanan dengan kandungan 50 g karbohidrat – rendah lemak
Nama Makanan
Berat
Roti dan serealia
-         nasi
-         roti
-         mi kering
-         Bihun
-         Ubi jalar
-         Singkong
-         Krackers
-         Muffin
-         Pancakes

-         1 gelas (125 g)
-         4 iris (90 g)
-         1,25 gelas (60 g)
-         ¾ gelas (60 g)
-         1 bj besar/2 bj kecil (170 g)
-         1 ptg besar/2 ptg kecil (150 g)
-         6 bh besar (60 g)
-         1,5 sdg
-         3 buah
Produk susu
-         Susu skim
-         Yoghurt – buah
-         Yoghurt – natural

-         12 sdm
-         400 g
-         800 g

Sayuran
-         Jagung
-         Kentang
-         Bayam
-         Daun singkong

-         4 tongkol
-         2,5 sdg/3 kecil (260 g)
-         5 gelas (500 g)
-         5 gelas (500 g)
Buah
-         Pisang
-         Mangga
-         Nenas
-         Pepaya
-         Kismis

-         2 bh sdg/4 bh kecil
-         3 bh sdg (360 g)
-         1 bh sdg (360 g)
-         4 ptg besar (500 g)
-         4,5 sdm
Minuman, snack dan lain – lain
-         Madu
-         Jam
-         Jus jeruk
-         Softdrink
-         Getuk singkong
-         Getuk pisang
-         Bika ambon
-         Dodol
-         Koya mirasa
-         Yangko

-         2 sdm
-         3 sdm
-         600 ml (2-3 gls)
-         450 ml
-         100 g
-         125 g
-         100 g
-         75 g
-         75 g
-         100 g

3.6.3    Lemak
Lemak, mendengar kata ini mungkin yang teringat adalah kegemukan, kolesterol ataupun hal-hal negatif lain yang di sebabkan oleh kebanyakan memakan makanan yang berlemak atau juga berminyak.
Kelebihan lemak tubuh, terutama bagi atlet sangat tidak diharapkan karena akan berpengaruh kepada kecepatan, power dan juga performa olahraga.
Diluar reputasinya yang dikenal ‘buruk’, lemak bersama dengan karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan juga air merupakan jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh karena mempunyai fungsi yang penting diantaranya untuk :
-     mengangkut & membantu penyerapan vitamin larut lemak A, D, E dan K,
-     membentuk jaringan sel-sel tubuh.
-     melindungi organ-organ tubuh seperti hati atau juga ginjal
-     menyediakan energi untuk tubuh ( 1 gram lemak ~ 9 kkal energi)
Untuk Atlet atau penggiat olahraga di perlukan asupan lemak sebesar 20 -25 % dari total kebutuhan energi melalui konsumsi lemak. (International Conference on Foods, Nutrition & Sports Performance, 1991 )
Tabel 7. Kebutuhan Lemak Pada Olah Raga Pencak Silat
Kelompok Umur
Berat Badan
40
45
50
55
60
  3 – 10
10 -18
18 – 30
> 30
223
283.4
373.72
372,2
225.08
285.4
295.72
374.24
227.08
287.4
295.72
376.24
229.08
289.4
299.72
378.24
223
291.4
301.72
380.24

Ø      Sumber Lemak
Berdasarkan dari perbedaan struktur kimianya, lemak terkategorikan menjadi dua jenis yaitu lemak jenuh (saturated fats) dan lemak tak jenuh (unsaturated fats).
Lemak jenuh(saturated fats) biasanya dikenal sebagai lemak yang kurang sehat karena jumlah konsumsinya secara berlebih menjadi penyebab peningkatan kolesterol dan penyakit jantung. Oleh karenanya jumlah konsumsi jenis lemak ini disarankan untuk dibatasi atau diharapkan tidak melebihi 10% dari total kebutuhan kalori untuk menjaga kesehatan tubuh.
Sedangkan jenis lemak lainnya yaitu tak jenuh atau unsaturated fats dikategorikan sebagai lemak yang sehat karena mempunyai berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh




Ø      Macam – macam Sumber Lemak
Sumber Lemak Sehat
( tak Jenuh )
Sumber Lemak kurang Sehat
( jenuh )
1.      Daging ikan (ikan sarden, ikan salmon, ikan sarden, ikan tuna, ikan trout),
2.      Minyak Bunga matahari
3.      kacang-kacangan,
4.      kacang kedelai
5.      bayam dan
6.      alpukat.
1.      lemak daging





2.      mentega


3.      margarin

4.      minyak Kelapa

3.6.4    Vitamin dan Mineral
Vitamin merupakan bagian dari enzim-enzim atau koenzim yang sangat vital bagi metabolisme hidrat arang dan lemak. Ada dua macam vitamin :
a.       Vitamin yang larut dalam air
b.      Vitamin yang larut dalam lemak
Yang larut dalam air tidak dapat ditimbun dalam tubuh, jadi harus selalu ada vitamin golongan ini dalam makanan kita yaitu vitamin C dan golongan vitamin B, Yang dapat di peroleh misalnya dari jeruk. Yang larut dalam lemak A, D, E, K dapat ditimbun dalam tubuh yaitu dalam hati dan jaringan lemak. Karena itu tidak perlu setiap hari ada vitamin didalam makanan kita, terlalu banyak vitamin golongan yang larut dalam lemak akan menyebabkan gangguan.
Mineral sangat penting untuk fungsi tubuh, apabila makanannya cukup bervariasi maka sudah cukup mineral yang masuk dalam tubuh. Jodium biasannya ada dalam garam berjodium, kalsium banyak didapat dalam susu, buah-buahan dan sayur. Zat besi terdapat dalam sayuran berwarna hijau, memang menjadi kebiasaan para atlet untuk minum pil vitamin kira-kira 85% dari atlet yang mengikuti Olimpiade minum pil vitamin

3.7       Masalah Pada Atlet Pencak Silat
Masalah yang sering timbul dalam Olahraga Pencak Silat yaitu Kurang Berat badan atau kelebihan berad badan. Kedua faktor ini bisa menyebabkan atlet tidak bisa mengikuti pertandingan, di karenakan kurangnya berat badan atau lebih nya berat dari ketentuan pertandingan.
Untuk menghindari hal ini perlunya menyusun menu dietnya agar tetap mencukupi kebutuhan metabolisme sehari-harinya, namun tidak menyebabkan penumpukan makanan berlebih dalam tubuh. Begitu juga sebaliknya bagi mereka yang kekurangan gizi.
caranya mengatur menu diet, hitung dulu kebutuhan kalori Atlet. Untuk menghitung kebutuhan kalori basal/KKB (kalori yang Atlet butuhkan untuk kegiatan sehari-hari) dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut:
Kelompok Umur
MB Kal / hari
Laki - Laki
Perempuan
  3 – 10
10 -18
18 – 30
> 30
22,7 + BB + 495
17,5 + BB + 651
15.3 + BB + 679
11.6 + BB + 879
22.5 + BB + 499
12.2 + BB + 746
14.7 + BB + 496
8.7   + BB + 829

Dengan perhitungan KKB seperti cara di atas, maka baik kelebihan maupun kekurangan berat badan dapat diatasi dengan mengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan kalorinya untuk berat badan yang ideal.



3.7.1    Menyusun Menu Diet Atlet
Setelah mengetahui kebutuhan kalori, Anda dapat memulai menyusun menu diet Anda sesuai proporsi zat-zat makanan yang seimbang, yaitu :
•     Karbohidrat 60-75%
•     Protein 10-15%
•     Lemak 10-25%
Kalau Anda sudah menghitung jumlah kalori ideal untuk Anda, Anda dapat menghitung jumlah masing-masing kalori untuk karbohidrat, protein, dan lemak berdasarkan persentase di atas.
Kemudian, jumlah kalori yang Anda dapatkan per jenis zat dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis makanan. Misalnya, untuk karbohidrat dapat diperoleh dengan mengkonsumsi nasi, kentang, makaroni, ataupun roti.
Yang menyenangkan, setiap jenis makanan tersebut dapat diganti menjadi makanan lain dengan satuan penukar, sehingga Anda tidak bosan memakan jenis makanan yang itu-itu saja. Bahan makanan pada tiap golongan bernilai gizi hamper sama, oleh karena itu satu sama lain dapat salong menukar dan disebut satuan penukar.
Berikut adalah contoh beberapa daftar satuan penukar yang digunakan.
GOLONGAN I
Sumber Karbohidrat
1 satuan penukar = 175 kalori, 4 g protein, 40 g karbohidrat.
Bahan Makanan Ukuran Rumah Tangga Berat (g)
Nasi 1 gelas 200
Roti putih 3 potong kecil 70
Singkong 1 potong 120
Kentang 2 buah sedang 210
Makaroni ½ gelas 50
GOLONGAN II
Sumber Protein Hewani
1. Rendah Lemak
1 satuan penukar = 50 kalori, 7 g protein, 2 g lemak.
Bahan Makanan Ukuran Rumah Tangga Berat (g)
Ikan 1 potong sedang 40
Ayam tanpa kulit 1 potong sedang 40
Udang segar 5 ekor sedang 35
2. Lemak Sedang
1 satuan penukar = 75 kalori, 7 g protein, 5 g lemak.
Bahan Makanan Ukuran Rumah Tangga Berat (g)
Bakso 10 biji sedang 170
Daging kambing 1 potong sedang 40
Daging sapi 1 potong sedang 35
Telur ayam 1 butir 55
3. Tinggi Lemak
1 satuan penukar = 150 kalori, 7 g protein, 3 g lemak.
Bahan Makanan Ukuran Rumah Tangga Berat (g)
Ayam dengan kulit 1 potong sedang 55
Bebek 1 potong sedang 45
Sosis ½ potong sedang 50
Daging babi 1 potong sedang 50
Kuning telur ayam 4 butir 45
GOLONGAN III
Sumber Protein Nabati
1 satuan penukar = 75 kalori, 5 g protein, 3 g lemak, 7 g karbohidrat.
Bahan Makanan Ukuran Rumah Tangga Berat (g)
Kacang hijau 2 sendok makan 20
Kacang kedelai 2 ½ sendok makan 25
Tahu 1 biji besar 110
Tempe 2 potong sedang 50
Kacang tanah 2 sendok makan 15
3.8       Kebutuhan Gizi Atlet Saat Latihan ( Training )
Kebutuhan gizi atlet perlu diperhatikan mengingat kebutuhan energi tubuhnya lebih tinggi dibandingkan non atlet. Kebutuhan gizi yang memadai dibutuhkan tidak hanya pada saat bertanding tetapi juga pada waktu latihan. Tidak ada yang khusus dalam asupan makanan atau diet saat latihan namun ada beberapa hal yang perlu diawasi, yaitu: Makanan sebaiknya bervariasi, jumlah lemak dan karbohidrat dalam makanan disesuaikan dengan kebutuhan atlet. Selain itu perlu diperhatikan asupan serat yang membantu kelancaran sistem pencernaan dan minum air yang cukup agar tidak timbul keluhan yang tidak diinginkan terutama bila latihan di lingkungan panas. Untuk mengetahui ketepatan jumlah asupan makanan sebaiknya dilakukan penghitungan IMT (Indeks Massa Tubuh) dan pengukuran persentase lemak tubuh atlet secara berkala.

3.9       Kebutuhan Gizi Saat Atlet Bertanding
Setiap altet biasanya memperisapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi suatu pertandingan, termasuk mempersiapkan asupan makanan yang harus dikonsumsinya pada saat bertanding agar kebutuhan gizi tubuh terpenuhi. Kelelahan yang timbul saat bertanding umumnya tergantung dari jenis dan durasi olahraga, namun faktor lingkungan perlu pula dipertimbangkan. Kelelahan pada saat bertanding dapat disebabkan oleh diplesi cadangan karbohidrat akibat kadar glukosa darah rendah, dehidrasi dan akibat gangguan keseimbangan natrium darah. Untuk menghindari adanya gangguan pada kinerja altet, sebelum pertandingan perlu dipersiapkan beberapa hal, yaitu:
1.   Pastikan cadangan glikogen tubuh penuh baik di hati maupun di otot.
2.   Cairan tubuh cukup
3.   Hindari gangguan atau cegah timbulnya masalah pada saluran pencernaan
4.   Perhatikan makanan sebelum pertandingan (pre-event meal)
5.   Minum dan makan saat bertanding, namun tidak boleh mengganggu pengosongan lambung

3.10     Pemulihan Kebutuhan Gizi Atlet Saat Setelah Bertanding
Altet dari beberapa cabang olahraga pencak silat dapat bertanding lebih dari satu kali dalam sehari. Agar kinerja altet tetap optimal pada saat pertandingan, dapat dilakukan berbagai cara antara lain pemijatan, tidur dan dari aspek gizi perlu dilakukan:
1.   Penggantian cairan atau elektrolit yang hilang melalui keringat
2.   Mengganti cadangan glikogen yang habis digunakan selama olahraga
3.   Memberikan suplemen yang diperlukan untuk pemulihan dan penggantian sel-sel yang rusak





BAB IV
PENUTUP
4.1       Kesimpulan
Gizi pada altet , seyogyanya tetap mengikuti anjuran yang baku sesuai umur, jenis kelamin, berat dan lamanya aktivitas fisik yang dilakukan. Namun pada pemberian makanan, tetap perlu diperhatikan fungsi masing-masing bahan makanan bagi jenis olahraga altet , apakah jenis olahraganya endurans atau latihan beban dan apakah untuk aktivitas fisik yang berat atau lama dan berkepanjangan. Pemberian suplemen tidak perlu dilakukan pada altet yang dapat mengkonsumsi makanan seimbang. Kondisi hidrasi altet merupakan hal yang tidak boleh diabaikan, sebab bila terjadi kekurangan cairan tubuh maka akan sangat mengganggu kinerja altet Ahli gizi dan pelatih perlu menitikberatkan perhatian pada pemberian nutrisi yang tepat selama masa latihan, saat kompetisi dan pada waktu pemulihan.